Sunday, January 29, 2012

SMKN 1 Madiun Uji Mini Truck

Kemampuan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk merakit mobil tidak perlu diragukan lagi. Setelah para siswa SMK 2 Solo dan SMK 2 Surabaya, kemarin giliran SMKN 1 Madiun mencatatkan kemampuan yang sama. Para siswa SMK ini berhasil merakit dua buah minitruck 1500 cc injeksi (ICU) dalam waktu masing-masing 40 jam.
Dua truk kecil putih berlogo SMKN 1 Madiun ini, kemarin diuji coba oleh para siswa dan guru pembimbing di halaman depan sekolah. Secara bergantian, mereka berputar-putar mengelilingi halaman parkir sekolah berjuluk Stemsa ini.


Kepala SMKN 1 Madiun Sigit Dewantoro menyatakan, perakitan mobil yang kemarin diberi logo SMKN 1 dan disebut Esemka 1,5i ini berlangsung selama kurang lebih 40 jam tiap mobilnya. Yaitu dimulai pertengahan pekan lalu dengan pengerjaan oleh seluruh siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
“Semua siswa kelas XII dilibatkan. Jumlahnya ada 96 orang dari tiga kelas. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok lalu bergantian menyusun sesuai jatah jam pelajarannya, mulai dari jam 07.00 WIB sampai sam 17.00 WIB. Pakai sistem shift gitu,” ujar Sigit.
Alhasil, dalam waktu empat hari satu minitruck berhasil diselesaikan dan empat hari kemudian, satu lagi minitruk juga dirampungkan. Semuanya bisa tersusun dengan rapi dan bisa menyala dengan baik.
“Semua suku cadang dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Kami dapat kiriman akhir Desember, lalu Januari diperkenalkan dan satu pekan lebih yang lalu mulai perakitan,” ungkapnya.
Fredy Ahmad, salah satu siswa yang turut merakit menyatakan tidak ada kendala berarti dalam menyusun mobil yang seluruh bagiannya didatangkan dari Cina ini. Ia hanya sempat menemui kesulitan memasang filter. “Ada sedikit masalah, tapi setelah direka-reka filter bisa dipasang,” ujarnya.
Saat diuji coba kemarin, secara umum mobil rakitan ini berjalan normal. Seluruh tombol dan panel juga menyala dengan baik. Hanya saja, salah satu mobil sempat mogok sebab selang bensinnya pecah.
“Kualitas karet selang aslinya (paket impor) buruk. Tidak kuat menahan tekanan ke bagian injeksi makanya pecah. Kemarin, pada mobil yang satunya, selang sudah diganti dengan suku cadang yang kami beli di toko onderdil sekitar sini dan ternyata kuat,” ujar Guru Otomotif sekaligus Wakil Manajer Mutu SMKN 1 Madiun, Setyo Budi. Setelah diganti, mobil yang sempat mogok bisa berjalan lagi dengan baik.
Menurut Setyo, memang ada beberapa kelemahan dalam produk minitruck yang dijadikan bahan praktek ini. Mulai dari selang yang lembek hingga rem yang terlalu dalam. Namun menurutnya, hal ini justru menjadi tantangan bagi para siswa untuk menemukan solusinya.
“Mereka akan tahu cara membuat solusi yang benar dari kendala yang ditemui,” ungkapnya.
Rencananya, mobil ini akan diujicoba di jalanan Kota Madiun dalam beberapa waktu ke depan. Sekolah masih mengurus surat izin dan pemberitahuan ke pihak kepolisian. “Akan dicoba di jalan agar kita tahu kualitas rakitan para siswa secara sebenanya,” ungkap Sigit.
Untuk pengembangan, SMKN 1 Madiun akan menjajaki kerja sama dengan sekolah lain seperti SMKN 3 Madiun terkait penggunaan hasil temuan siswanya yaitu bensin dari plastik. Tidak menutup kemungkinan juga untuk bekerja sama dengan pihak swasta seperti PT INKA.
“Yang jelas, nanti akan dipretheli lagi untuk dirakit adik kelasnya. Tapi kalau ada yang pesan ya bisa saja kami merakitkan. Tahun 2012 ini kami akan dikirimi yang jenis SUV seperti yang dirakit SMK 2 Solo. Semua ini untuk meningkatn ketrampilan lulusan kami,” pungkas Sigit.arso

Source : One

0 comments:

Post a Comment