Monday, January 30, 2012

Tugas PKn



Tugas berikut saya buat dengan rincian berikut :
Tema : Berita Teraktual dari siswa dan sekolah SMK. Khususnya daerah Madiun dan sekitarnya.

Media yang digunakan : Saya menggunakan media blog untuk menginformasikan sebuah berita kedalam sebuah blog dengan alamat http://smkn1madiun-av.blogspot.com

Menginformasikan : Berikut saya menggunakan bahan text dan gambar untuk menginformasikan sebuah berita ke dalam sebuah blog


Thanks.
TTD




Muh. Vista Nurhasan
XII AV 3 | 04


Powerpoint

Sunday, January 29, 2012

SMKN 1 Madiun Unjuk Gigi

Kemampuan para siswa SMKN 1 Madiun saat ini tidak perlu diragukan lagi. Bagaimana tidak? Hanya lebih kurang 40 jam para siswa ini sudah mampu merakit Mini Truck yang mempunyai nama Esemka 1.5i. Keberhasilan SMKN 1 Madiun dalam merakit mini truck ini berawal dari SMK Solo yang terlebih dahulu selesai merakit mobil berjenis SUV (Sport Utility Vehicle). Ini dikarenakan mereka lebih dahulu menerima suku cadang ketimbang SMKN 1 Madiun.

Namun demikian, hasil rakitan dari SMKN 1 Madiun saat pertama kali akan di uji coba masih banyak kekurangan yang mendasar seperti Rem terlalu dalam, mobil mogok, dan selang bensin sempat pecah. Demikian menurut sumber yang saya terima. Tetapi, itu semua tidak membuat proses uji coba mini truck terhenti. Justru itu membuat siswa dan guru pembimbing terpacu untuk memperbaiki dan menyempurnakan apa yang sudah ada. Dengan demikian, mini truck Esemka 1.5i ini diharapkan siap pakai dan produksi dalam beberapa waktu ke depan.

Berikut saya lampirkan beberapa foto yang sempat saya ambil saat akan dilaksanakan proses uji coba keliling Kota Madiun :








Tugas PKN Muh. Vista Nurhasan dapat di download di link berikut :
Tugas PKN

Berawal dari SMK Solo

Keberhasilan para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Solo dan SMK Warga Solo merakit mobil yang kemudian mereka beri nama Kiat Esemka itu rupanya menjadi awal bagi bangkitnya pelajar SMK lain untuk merakit mobil. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Madiun, Jawa Timur, berhasil merakit dua unit mini truk sekaligus mengujicobanya di halaman sekolah, Jumat, 20 Januari 2012.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Madiun Sigit Dewantoro mengatakan program perakitan ini sama dengan SMK lainnya. "Ini bagian dari program pembelajaran untuk perakitan yang dicanangkan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Sigit.


Tampak Mobil rakitan SMKN 1 Madiun sedang diparkir di depan halaman sekolah
dan siap untuk di uji coba

Menurut Sigit, mobil Esemka rakitan siswa SMK di Solo muncul lebih dahulu karena mereka lebih awal menerima suku cadang. SMK Negeri 1 Madiun baru menerima suku cadang akhir Desember 2011.

Beberapa SMK di Jawa Timur memang kebagian suku cadang untuk mini truk, sedangkan SMK di Jawa Tengah kebagian suku cadang mobil sport utility vehicle (SUV).

Mini truk yang dirakit siswa SMK Negeri 1 Madiun adalah Type Esemka 1.5i bermesin 1.500 cc dengan sistem pembakaran injeksi atau injection control unit (ICU). "Sistem pembakarannya tidak memakai karburator, tapi melalui ICU," kata guru yang juga Wakil Manajer Mutu perakitan mini truk Esemka SMK Negeri 1 Madiun, Setyo Budi.

Untuk merakit mini truk Type Esemka 1.5i hanya membutuhkan waktu tiga hari. Fredy, Imron, dan teman-temannya di kelas XII jurusan teknik kendaraan ringan secara bergantian melakukan pekerjaannya. "Kami melakukan perakitan sesuai jam produktif pembelajaran," ucap Imron.

Berita lainnya menyebutkan, Lima Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang menerima hibah berupa mesin kapasitas 1.300 cc dari PT Astra Daihatsu Motor, Rabu, 11 Januari 2012. Kelima sekolah tersebut adalah SMK PGRI 3, SMK Tunas Bangsa, SMK Nasional, SMK Pekerjaan Umum dan SMK PGRI 6. Para siswa juga mendapat pelatihan untuk perawatan kendaraan bermotor dengan pengapian sistem Electric Fuel Injection (EFI). "Agar siswa handal dan mengikuti perkembangan teknologi," kata Kepala SMK PGRI 3 Malang, Santoso, Rabu, 11 Januari 2012.

Sistem EFI, selain hemat bahan bakar juga ramah lingkungan karena menggunakan sistim pengapian secara elekronik. Sistim pengapiannya pun lebih sempurna. Santoso berharap para siswa akan menjadi mekanik handal sesuai kebutuhan industri otomotif. Apalagi Maret mendatang sekitar seribu lulusan SMK di Malang mengikuti rekrutmen di industri otomotif nasional. Dengan demikian Santoso optmistis kemampuan teknis siswa SMK terus meningkat. Sebab selama mereka hanya menjalani praktikum kendaraan sepeda motor. "Lulusan SMK siap kerja dan memenuhi kebutuhan industri," ujarnya.

Kepala bidang riset dan pengembangan PT Astra Daihatsu Motor Pradipto Sugondo menjelaskan program tersebut melibatkan 720 siswa dari lima SMK. Kegiatan serupa juga dilakukan mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. "Melibatkan 55 sekolah di seluruh Indonesia," ucap Pradipto.Adapun mesin yang disumbangkan tersebut bisa dicangkok ke Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Rata-rata setiap bulan diproduksi sekitar 18 ribu unit. Mesin tersebut mengadopsi teknologi berbasis emisi gas buang dengan standar euro 4 yang ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Sri Wahyuningsih berharap siswa SMK bisa menyerap alih teknologi dari industri otomotif, seperti PT Astra Daihatsu Motor. Para siswa SMK harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat. Selain itu, alih teknologi diharapkan bisa ditularkan kepada SMK yang lainnya. "Keterampilan serupa diharapkan bisa merata di semua SMK," katanya.

Sejumlah SMK di Malang juga mulai melakukan rancang bangun kendaraan bermotor. SMK Negeri 6 dan SMK Negeri 10 mampu merakit mobil dan mini bus. Adapun SMK Negeri 5 merakit komputer jinjing yang dipasarkan ke sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta SMK Negeri 8 Bandung membuat mobil sejenis Kiat Esema yang digarap siswa kejuruan di Surakarta. "Bisa bikin sedan, bisa seperti Kiat Esemka di Solo," kata dia di Bandung, Jumat, 20 Januari 2012.

Permintaan itu disampaikan Heryawan selepas mencoba dua mobil jenis boogie yang biasa dipakai off-road. Heryawan mencoba mobil buatan Asosiasi Otomotif Asia Nusa asal Kota Cimahi serta Buggi Car rakitan siswa SMK Negeri 8 Bandung. Dua boogie itu dibawanya mengitari areal parkir barat Gedung Sate. "Agak berat, sudah lama enggak nyopir, udah lama disopirin orang terus," kata Heryawan.

Heryawan mengatakan niatnya untuk memiliki mobil rakitan anak sekolah kejuruan tidak main-main. "Saya ingin menjadi pembeli pertamanya," katanya. Dia berjanji akan memberikan bantuan untuk mengembangkan mobil semacam Kiat Esemka.

"Saya meminta Dinas Industri dan Perdagangan supaya menata atau menelusuri dan menganalisa, kira-kira jenis bantuan apa yang bisa diberikan dari APBD," kata Heryawan. "Kalau kemampuan anak-anak SMK sudah sangat bagus, tinggal diberi rangsangan."

Heryawan memuji gebrakan Wali Kota Solo Joko Widodo yang mengingatkan lagi mimpi Indonesia untuk memiliki mobil buatan dalam negeri. "Jangan sampai ini hanya sekadar euforia, karena SMK saja bisa. Dengan sebuah regulasi, dengan fokus, kehendak kebijakan pasti bisa dong kita bikin Mobnas (Mobil Nasional)," katanya. "Ini adalah cambuk bagi pemerintah."

Soal permintaan Gubernur itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Bandung Dedi Indrayana menyanggupinya. Dia mengaku sekolahnya sudah menyiapkan empat desain kendaraan baru yang siap untuk dikembangkan. "Jenisnya SUV, double cabin, sedan, dan ada hatch back," katanya. "Model sudah, tapi belum kita publish karena tinggal kesanggupan pemerintah daerah mau enggak membiayainya."

Dedi mengatakan biaya membuat prototipe mobil-mobil itu relatif mahal. Satu unitnya, katanya, butuh dana hingga Rp 400 juta untuk membuat prototipe. SMK Negeri 8 Bandung sukses merakit kendaraan jenis boogie yang dinamai Buggi Car. Hingga saat ini sekolah itu sudah menerima pemesanan 15 unit Buggi Car. Hanya, akunya, sekolahnya baru mengerjakan pesanan itu asal sudah mendapat pembayaran uang muka minimal 50 persen harga mobil itu karena terbentur modal.

Jika tak ada aral melintang, mobil Esemka yang belakangan membuat heboh Tanah Air akan segera dijajal di area balap Sentul, Jawa Barat. Wali Kota Surakarta Joko Widodo yang akan melakukan uji coba mobil tersebut. "Minggu depan, ya pokoknya dibawa ke Jakarta. Nanti yang penting uji emisi, uji kelayakan, habis itu nanti bisa dibawa ke Sentul," katanya di sela-sela acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2012 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Januari 2012.

Jokowi menegaskan yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan proses uji kelayakan dan registrasi mobil Esemka. Setelah rampung, mobil akan segera diproduksi lebih banyak lagi antara 200-300 unit. Meskipun saat ini jumlah permintaan mencapai lebih dari 4.000 unit, Jokowi tak mau sesumbar. "Pasarnya tidak selalu ramai. Kami realistis saja," kata orang nomor satu di Solo ini.

Soal pemasaran, Jokowi pun tak kebingungan lagi. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang menemuinya di Solo, Selasa, 17 Januari 2012 lalu, telah menyatakan kesiapannya mendukung pemasaran mobil Esemka ke seluruh Indonesia. "Investasi dealer dan agen itu kan butuh dana besar, dan HIPMI siap mendukung," kata Jokowi senang. (IRIB/Tempo)


Source : One

SMKN 1 Madiun Uji Mini Truck

Kemampuan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk merakit mobil tidak perlu diragukan lagi. Setelah para siswa SMK 2 Solo dan SMK 2 Surabaya, kemarin giliran SMKN 1 Madiun mencatatkan kemampuan yang sama. Para siswa SMK ini berhasil merakit dua buah minitruck 1500 cc injeksi (ICU) dalam waktu masing-masing 40 jam.
Dua truk kecil putih berlogo SMKN 1 Madiun ini, kemarin diuji coba oleh para siswa dan guru pembimbing di halaman depan sekolah. Secara bergantian, mereka berputar-putar mengelilingi halaman parkir sekolah berjuluk Stemsa ini.


Kepala SMKN 1 Madiun Sigit Dewantoro menyatakan, perakitan mobil yang kemarin diberi logo SMKN 1 dan disebut Esemka 1,5i ini berlangsung selama kurang lebih 40 jam tiap mobilnya. Yaitu dimulai pertengahan pekan lalu dengan pengerjaan oleh seluruh siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
“Semua siswa kelas XII dilibatkan. Jumlahnya ada 96 orang dari tiga kelas. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok lalu bergantian menyusun sesuai jatah jam pelajarannya, mulai dari jam 07.00 WIB sampai sam 17.00 WIB. Pakai sistem shift gitu,” ujar Sigit.
Alhasil, dalam waktu empat hari satu minitruck berhasil diselesaikan dan empat hari kemudian, satu lagi minitruk juga dirampungkan. Semuanya bisa tersusun dengan rapi dan bisa menyala dengan baik.
“Semua suku cadang dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Kami dapat kiriman akhir Desember, lalu Januari diperkenalkan dan satu pekan lebih yang lalu mulai perakitan,” ungkapnya.
Fredy Ahmad, salah satu siswa yang turut merakit menyatakan tidak ada kendala berarti dalam menyusun mobil yang seluruh bagiannya didatangkan dari Cina ini. Ia hanya sempat menemui kesulitan memasang filter. “Ada sedikit masalah, tapi setelah direka-reka filter bisa dipasang,” ujarnya.
Saat diuji coba kemarin, secara umum mobil rakitan ini berjalan normal. Seluruh tombol dan panel juga menyala dengan baik. Hanya saja, salah satu mobil sempat mogok sebab selang bensinnya pecah.
“Kualitas karet selang aslinya (paket impor) buruk. Tidak kuat menahan tekanan ke bagian injeksi makanya pecah. Kemarin, pada mobil yang satunya, selang sudah diganti dengan suku cadang yang kami beli di toko onderdil sekitar sini dan ternyata kuat,” ujar Guru Otomotif sekaligus Wakil Manajer Mutu SMKN 1 Madiun, Setyo Budi. Setelah diganti, mobil yang sempat mogok bisa berjalan lagi dengan baik.
Menurut Setyo, memang ada beberapa kelemahan dalam produk minitruck yang dijadikan bahan praktek ini. Mulai dari selang yang lembek hingga rem yang terlalu dalam. Namun menurutnya, hal ini justru menjadi tantangan bagi para siswa untuk menemukan solusinya.
“Mereka akan tahu cara membuat solusi yang benar dari kendala yang ditemui,” ungkapnya.
Rencananya, mobil ini akan diujicoba di jalanan Kota Madiun dalam beberapa waktu ke depan. Sekolah masih mengurus surat izin dan pemberitahuan ke pihak kepolisian. “Akan dicoba di jalan agar kita tahu kualitas rakitan para siswa secara sebenanya,” ungkap Sigit.
Untuk pengembangan, SMKN 1 Madiun akan menjajaki kerja sama dengan sekolah lain seperti SMKN 3 Madiun terkait penggunaan hasil temuan siswanya yaitu bensin dari plastik. Tidak menutup kemungkinan juga untuk bekerja sama dengan pihak swasta seperti PT INKA.
“Yang jelas, nanti akan dipretheli lagi untuk dirakit adik kelasnya. Tapi kalau ada yang pesan ya bisa saja kami merakitkan. Tahun 2012 ini kami akan dikirimi yang jenis SUV seperti yang dirakit SMK 2 Solo. Semua ini untuk meningkatn ketrampilan lulusan kami,” pungkas Sigit.arso

Source : One

SMKN 1 Madiun Berhasil Merakit Mini Truck

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Madiun, Jawa Timur, berhasil merakit dua unit mini truk sekaligus mengujicobanya di halaman sekolah, Jumat, 20 Januari 2012. 


Kepala SMK Negeri 1 Kota Madiun Sigit Dewantoro mengatakan program perakitan ini sama dengan SMK lainnya. “Ini bagian dari program pembelajaran untuk perakitan yang dicanangkan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Sigit. 



Menurut Sigit, mobil Esemka rakitan siswa SMK di Solo muncul lebih dahulu karena mereka lebih awal menerima suku cadang. SMK Negeri 1 Madiun baru menerima suku cadang akhir Desember 2011. 


Mobil SMK tampak sedang di-check untuk segera di uji coba keliling Kota Madiun



Beberapa SMK di Jawa Timur memang kebagian suku cadang untuk mini truk, sedangkan SMK di Jawa Tengah kebagian suku cadang mobil sport utility vehicle (SUV). 



Mini truk yang dirakit siswa SMK Negeri 1 Madiun adalah Type Esemka 1.5i bermesin 1.500 cc dengan sistem pembakaran injeksi atau injection control unit (ICU). “Sistem pembakarannya tidak memakai karburator, tapi melalui ICU,” kata guru yang juga Wakil Manajer Mutu perakitan mini truk Esemka SMK Negeri 1 Madiun, Setyo Budi. 



Untuk merakit mini truk Type Esemka 1.5i hanya membutuhkan waktu tiga hari. Fredy, Imron, dan teman-temannya di kelas XII jurusan teknik kendaraan ringan secara bergantian melakukan pekerjaannya. “Kami melakukan perakitan sesuai jam produktif pembelajaran,” ucap Imron.

Source : One

First Post - AV 3


Syukur alhamdulillah atas Rahmad Allah SWT yang diberikan kepada kita semua, telah terselesaikan pembuatan Blog khusus untuk menampung aspirasi dan berita aktual yang ada di dalam area sekolah SMK, khususnya SMKN 1 Madiun tercinta.

Banyak sekali yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Namun karena terbatasnya waktu kami akan mengupdate Blog ini secara berkala sehingga berita yang tersaji tetap yang teraktual.

Demikian pembukaan yang saya buat semoga bermanfaat untuk kita semua. Amiin.


Written by:
Muh. Vista Nurhasan
XII AV 3 | 04